Untukmu Bidadari
Malam ini aku tatap bulan bersinar indah
Merasakan sentuhan lembut nocturno malam
Sepoi membelai tiap pori kulit ini
Cahaya temaram menuai nyaman walau berselimut gelap nan mencekam
Tetap saja aku tatap wajahmu lewat pantulan cahaya bulan
Wahai bidadari di ujung kesunyian
Izinkan aku menggapaimu
Membelai rambutmu
Mengusap setiap peluh dan air ata diwajahmu
Mengecup keningmu dengan kehangatan
Dari hati..
Wahai bidadari yang sedih berteman sendiri
Tetaplah langit malam ini,
Telah aku sulap langit itu
Hingga muncul bulan yang memantulkan cahayamu
Merona memancarkan wajahmu
Dan lihatlah, bintang-bintang berkedip menyapamu
Binatang bersama bernyanyi inginkan bahagia di hatimu
Mereka semua bersamaku ingin senyummu
Lalu saat esok fajar datang mengganti malam
Aku akan sampaikan pada ayam di ujung desa ini
Untuk datang padamu
Mengucapkan selamat pagi padamu
Atau bahkan membangunkanmu, membuatmu terjaga dari mimpi burukmu
Kemudian,
Mentari pagi akan membelai wajahmu
Dengan hangat dan lembutnya cahaya sucinya
Menyadarkanmu bahwa ini dunia,
Nyata dan harus kau nikmati.
aku adalah aku
bukan pungguk yang hanya bisa menatapmu
aku adalah jawara
yang akan datang membawa panahku,
menyelamatkanmu
dari kelamnya nafsu dunia
membawamu pergi jauh
menapaki jalur yang terjal
untukmu menuju nirwana
jangan menangis bidadariku
dedaunan, rumput dan jejak kaki kehidupan
tak akan rela bila hanya luka yang kau cerna
tersenyumlah,
denganmu mereka akan hidup sebagai keindahan
denganmu mereka akan jaya dengan kehidupan
saksikan aku bidadariku,
detik ini,
aku ucapkan janji padamu
aku mencintaimu
tersenyumlah bidadariku
