Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

aku tak ingin menikmati lebaran kali ini

saat hati memberikan rasa percaya saat jiwa menutup cela yang telah bermasa-masa mencoba bangkit dari luka berusaha takjub akan cinta dan setia tapi.. saat semua yang kulakukan hanya untukmu semata ternyata kebohongan yang kau hadiahkan dusta dan peghianatan. detik ini, 86400 detik saat takbir akan berkumandang aku merasakannya luka dan luka perih yang sangat menyakitkan menit ini, 1440 menit sebelum maaf menyucikan hati aku rasakan kekecewaan darimu gadis yang sangat aku percaya hari ini, sehari sebelum hati ini terbuka karena dosa aku ikrarkan.. aku tak akan memaafkanmu. . . selamanya

wahai gadis suci

wahai engkau yang memiliki hati untukku diamlah dan  renungkan sejenak saat hatimu jatuh bersimpuh ketika merasakan kelembutanku ketika jiwamu tunduk menaruh hati padaku sadarkan hatimu bahwa aku tak pantas buatmu redakan gemuruh hatimu karena jiwamu terlalu lemah untukku karena nanti, bila hatimu luluh di pelukanku kekecewaan pasti menghantuimu.... bila nanti sampai saatnya kaupun akan sadar betapapun kau kuat hadapi hidupmu tetap saja kau tak akan kuat menghadapinya maafkan aku... biarkan aku hidup dengan cinta yang rapuh ini sendiri...

ini hanya fatamorgana belaka

laksana padang duri menyelimuti gurun kehidupan tiap langkah yang ku jalani menimbulkan luka hingga membuat sungai darah sepertinya berat sekali ingin melewatiya lalu menggapai tepian gurun ini kemudian menikmati indahnya perjuangan tapi sepertinya itu tak mungkin gurun ini terlalu luas dan ganas untuk aku lewati duri-duri itu terlalu tajam untuk aku tempuh dengan kakiku selangkah saja aku injakkan kakiku sakit dan perih aku rasakan ah mungkin ini hanya hayalanku yang menganggap hidup ini terlalu sulit untuk dilalui ini hanya fatamorgana belaka

a tribute to my dad

entah berapa kilo kakimu melangkah menghabiskan jengkalan tanah di setiap penjuru mengukir ratusan sejarah dalam kehidupan mencetak rekor keabadian dalam jiwa raga saat peluh datang kau biarkan mengalir membasahi dahi, dagu bahkan bajumu kau tak menyekanya namun kau katakan pada setiap tetes itu 'bantu aku menjadi saksi kelak' kini... semua itu akan aku jadikan prasasti dalam hidupku menjadi semangat untuk perjuanganku meraih segala yang menjadi inginku terimakasih ayah...

rumah kolong jembatan

"bunda kenapa rumah di bawah jembatan?" tanya si kecil kepada ibunya "adek, tau artinya apa jembatan di atas kita ini?" "tidak bunda" "jembatan itu menandakan ikatan persahabatan" "maksudnya?" "tidak mungkin dua tempat yang terpisah ini bersatu tanpa adanya jembatan ini" "berarti kita tali persahabatan ya bunda.." "satu lagi yang adek harus tau, dimanapun rumah kita, itu adalah surga kita"             "iya bunda, rumaku surgaku" sang ibu tersenyum manis, mengusap pipi gadis kecilnya kemudian menciumnya lama sekali *** ingatannya masih kuat, tiga puluh tahun silam ketika pipinya dicium manja oleh seorang yang sangat ia cintai. mengikat sejuta kenangan manis yang tak akan ia lupakan selamanya. matanya masih kuat menatap ruang ruang sempit dibawah jembatan, melihat anak-anak yang bermain dengan perahu yang dibuat dengan bekas botol air mineral yang sudah usang, dikaitkan dengan seutas tali semba...

aku temukan air matamu siang ini

ketika kusapa engkau dalam kemelut hatimu menyapa sejenak hatimu yang layu tanpaku menatap wajahmu dalam-dalam mencari satu ucap dari bibir manismu aku diam manahan gejolak rindu yang mencaciku lalu kau mendekat dan memelukku kau menangis... aku masih menahannya tapi, saat erat pelukanmu di tubuhku akupun tak kuasa aku... menangis... bahagiaku dan bahagiamu menyatu luapan rindu yang lama tertahan pecah saat bibirku mengecup keningmu aku mencintaimu sayang...

aku tak menemukanmu di sampingku saat aku terjaga

tadi malam kau temani aku dengan dongeng manismu kau usap keningku dengan lembut bahkan kau kecup seraya ungkapkan kata sayang kau berjanji akan menemaniku sampai pagi datang tapi pagi ini, kau tak ada kau ingkari janjimu.. tapi, benarkah tadi malam itu kamu? atau hanya penggalan mimpi yang menghadirkan kamu? sebab aku yang terlalu merindukanmu entahlah, tapi pagi ini, aku merasa sepi biasa berlalu dengan ketukan pintu di luar kamarku suara langkah sepatumu, bahkan belaian manja membangunkan aku.. aku benar2 merindukanmu... dan saat matahari mencapai se-galah aku baru sadar, engkau memang telah pergi meninggalkanku.. mungkin untuk selamanya.. [maafkan aku yang selalu merindukanmu]

entahlah, sakit ini tak bisa aku gambarkan

menelusup dalam relung jiwa teradalam meneggelamkan kehangatan dari dasar kalbu terkungkung kaku tak berdaya beku.. hati telah lama mati karena dia yang telah pergi kadang ingin kembali mencari hangat di beberapa hati namun semua itu luka luka karena dia karena penghianatan yang tiada kira dia yang buat hatku mati beku dia yang buat hatiku sakit pedih ................... entahlah, sakit ini sulit aku gambarkan

Jack The Playboy

“wahai bidadariku maukah kau mengarungi samudra bersamaku?” “gombal banget sih” “ini bukan gombalan bidadariku, ini adalah kejujuran hati” “tapi….” “aku akan buktikan cintaku padamu saat ini juga” “apa yang akan kau lakukan” “loncat dari gedung lantai 4 agar kau percaya kepadaku” “jangan!! Aku percaya dan aku mau menjadi kekasihmu” “terimakasih sayangku” “tapi, bukankah kamu playboy? Aku takut menjadi korbanmu” “bukankah setiap orang bisa berubah” “…” Jaka, begitu dia dipanggil di kampus, pria dengan wajah pas-pasan, tinggi yang tidak terlalu bahkan penampilan yang alakadarnya. Namun, setiap langkahnya, kemana dia berjalan selalu ada seorang gadis di sebelahnya dengan bergelanyut di lengan kanan atau kirinya. Siapa sangka cowok SC (sok cool) dan SK (sok keren) ini menyandang predikat playboy tersukses sekampus bahkan namanya juga melejit dikampus tetangga, di SMA bahkan SMP sekitar kota salatiga. Sebenarnya tak ada yang istimewa dengan jaka, fis...

SEPUCUK SURAT INI MASIH AKU SIMPAN

  Karangjati 26 oktober 2006 Kepadamu yang jauh disana PARISTIN Ibarat air tak akan selalu bersama sungai, ibarat daun tak akan selamanya di dahannya. Tapi suatu saat ketika rasa rindu makin menggebu, air akan melewati laut menjadi gumpalan mendung dan bertemu sungai melalui hujan, daun akan mengakar dan tumbuh kembali menjadi daun kecil yang selalu menemani pohonnya, Apa kabar sayang..Bagaimana perjalanmu kali ini? Pasti sangat melelahkan.. namanya juga trans pulau, jawa dan Sumatra tentunya, Sayang……… ketika kamu baca surat tulisan ini, pasti kamu sedang dalam tengah  perjalanan, kalau aku boleh tebak, saat ini mungkin masih di tengah laut, lautnya pasti luas, hmmm.. tapi taukah engkau, bahwa luasnya laut itu tak seberapa luas bila dibandingkan cintaku padamu, aku kangen kamu sayang…. Duh kok aku jadi nangis, hmmm.. biar air mata ini menjadi penghapus sesak dada yang sejak kamu tinggalkan menyesakkanku. Jangan kamu tanya aku sedih at...

Ramadhan kali ini aku menemukan jejakmu

Ramadhan kali ini.. setelah lama dia menghilang, akhirnya kutemukan juga... masih tetap sama.. bukan hatinya tapi hatiku hati yang pernah kuat, hati yang pernah mantab, hati yang pernah menjadi raja Dalam jiwanya.... setelah lama dia tak kutemukan kini dia datang, hanya saja... Tuhan memberikan situasi yang berbeda.. tak sama seperti 5 tahun yang lalu. tapi dia tetap cantik, seperti saat wajah itu ku kecup dalam remangnya Ramadan 5 tahun lalu.. tetap indah tepan cantik tetap harum...... tapi kenapa Ramadhan?? Ramadhan dulu, aku dapatka dia.. Ramadhan dulu pula kau kehilangan dia.. dan ramadhan hari ini... aku menemukan jejaknya.... kenapa harus Ramadhan???