Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Buah Ketawadlu'an [sepenggal kisah cinta pesantren]

"neng... ini pesanan neng lia" "oh apaan tuh?" "sate ayam neng, " "kamu ini lupa apa memang tidak mendengar kang?" "maaf neng.. tap.." "aalah... ngomong kang kalau tidak tau, kan tadi saya bilang belikan sate kambing" "ma.." "ya sudah lah kang.. ..bikin bete aja"  ahmad meninggalkan neng aulia, putri kiyai dimana ahmad nyantri sekarang. walaupun dibentak beberapa kalipun ahmad tetap sabar. mungkin karena ini adalah salah satu bentuk rasa ta'dzim ahmad kepada guru dan keluarganya. **** malam hari di serambi aula. "kamu kenapa murung mad?" tanya fahru yang selesai shalat malam melihat temannya melamun sedih "ehh. oh.. nggak apa-apa dar.." jawab ahmad gugup, kaget. ternyata lamunannya menarik perhatian gaidar, panggilan akrab fahru. "hahaha.. kamu ini aneh mad, sudah kelihatan di wajah murungmu kok masih saja ngelak, " tawa fahru, melihat kegugupan ahmad...

cinta = tai kucing rasa coklat

kalau cinta sudah melekat, tai kucingpun jadi terasa coklat . itu status yang aku tulis tengah malam tadi, sekedar ingin tau respon dari pesbukersaja, namun sayang tak ada yang merespon. tapi bukan berarti tak ada komentar sama sekali, ada salah satu akun fb yang memberi komentar 'menakutkan bgt'. apakah seperti itu keberadaan cinta itu? yuk, sedikit berpetualang dengan kalimat CINTA... kali ini sedikit aku akan mengurai kalimat 'cinta' dari berbagai sudut pandang. menurut beberapa ahli percintaan (semua manusia) cinta itu sesuatu yang universal, relatif dan komplek. kok bisa? cinta itu sebuah perwujudan dari rasa kasih sayang yang tulus terhadap sesuatu, baik itu manusia, barang atau bahkan sesuatu yang tak nampak. lalu apa perwujudan dari cinta itu sendiri? apakah kedamaian, keihlasan, kesetiaan, atau kesabaran? yang jelas keberadaan cinta akan selalu menimbulkan kebaikan. sesuatu yang 'kadang' kita sebut cinta namun menimbulkan kemadzar...