"neng... ini pesanan neng lia" "oh apaan tuh?" "sate ayam neng, " "kamu ini lupa apa memang tidak mendengar kang?" "maaf neng.. tap.." "aalah... ngomong kang kalau tidak tau, kan tadi saya bilang belikan sate kambing" "ma.." "ya sudah lah kang.. ..bikin bete aja" ahmad meninggalkan neng aulia, putri kiyai dimana ahmad nyantri sekarang. walaupun dibentak beberapa kalipun ahmad tetap sabar. mungkin karena ini adalah salah satu bentuk rasa ta'dzim ahmad kepada guru dan keluarganya. **** malam hari di serambi aula. "kamu kenapa murung mad?" tanya fahru yang selesai shalat malam melihat temannya melamun sedih "ehh. oh.. nggak apa-apa dar.." jawab ahmad gugup, kaget. ternyata lamunannya menarik perhatian gaidar, panggilan akrab fahru. "hahaha.. kamu ini aneh mad, sudah kelihatan di wajah murungmu kok masih saja ngelak, " tawa fahru, melihat kegugupan ahmad...
mencurahkan isi hati, meluluhkan semosi, menguatkan mimpi