Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

apa salahku?

aku diam.. kau bilang aku tak perhatian aku perhatian.. kau bilang aku banyak bicara aku tersenyum.. kau bilang aku meledekmu aku cemberut.. kau bilang aku tak suka aku layani.. kau bilang aku memanjakan aku acuh.. kau bilang aku tak mengerti apa salahku.. sampai kau meninggalkanku? apa karna aku ini bukan dia?

Jodoh Di tangani Ibu

”Pokoknya kamu harus menikah dengan Anik” kata Ibu setiap aku pulang kerja ”bu, tapi aku tidak suka dia...” bantahku ”suka atau tidak bukan kamu yang nentuin” ”tapi bu, aku tidak cinta dia sama sekali” ”cinta itu bisa datang nantinya” ”........” Selesai, ya itu jawaban terakhir dari Ibu setiap aku melangsungkan protes terhadap kebijakan beliau yang melanggar hak asasiku. Tapi bagaimanapun beliau Ibuku yang harus aku ta;ati dan patuhi. Pulang ke rumah adalah suatu hal yang paling aku benci, apalagi setiap ada si Anik, anak gadis dari keluarga sahabat Ayah dan Ibuku. Kata Ibu aku sudah dijodohkan sejak aku belum dIbuat, apa maksudnya? Kata Ayah ”dulu waktu kami sahabatan kami pernah berjanji akan menjodohkan anak kami” huft... hidupku ternyata sudah dipatok oleh Orang Tuaku sejak aku belum dIbuat. Sebenarnya si Anik tidak begitu jelek, mungkin kalau dinilai sekitar 90 lah atau gampangnya dia di atas rata-rata gadis biasanya. Tapi sayang aku tidak bisa jatuh cinta...
Dibalik cendana itu aku melihatmu sendiri dalam sepi hanya keheningan yg menemani ku lihat auramu yg kosong hingga kerasnya bunyi tak mampu menyadarkanmu bahkan makhluk kecil itu tak berani mengganggumu ada apa dg makhluk Tuhan ini? Resahkah dia? gelisahkah dia? galaukah dia? Knpa sepatah kata pun tak mau keluar dari mulut manisnya? Oh Tuhan... Hanya Kau yg tau isi hatinya berikan dia walau hanya setitik air yg mampu menenangkan jiwanya hingga aura itu kembali cerah secerah mentari yg selalu menyinari alam ini...

biarkan bait ini menemanimu

aku tuliskan kata demi kata menyusun menjadi kalimat kemudian menyatu, berbait-bait... untukmu wahai bidadari menemani kesendirianmu menuangkan bisik dalam senyap lalu saat engkau sedang galau kata-kata ini akan menari di matamu mengajak hatimu bernyanyi lalu terlupa sekejab dan... hilanglah luka itu ini mungkin tak berarti sekilas hanya sederhana  namun indah bila dicerna ingatkah engkau saat mimpi buruk menghantuimu memenjarakan lelapmu memasung nyenyak yang menjadi hakmu saat itulah.... kalimat ini akan datang padamu melelapkan hatimu memulaskan ruhmu dengan susunan yang indah tentunya damailah engkau bidadari izinkan kalimat-kalimat ini menemanimu [untukmu yang selalu ada di hatiku]

berharap kau kan kembali walau hanya sekejap

semua tentangmu masih terseimpan rapi di sini dalam hati tak terjamah dan tak akan perna, oleh siapapun semua tentangmu hanya menjadi satu nilai nilai keikhlasan kesabaran dan kesetiaan semua tentangmu tak akan berahir hinga nanti semua tentangmu, ku jaga sampai mati.. [untukmu ayank]