”Pokoknya kamu harus menikah dengan Anik” kata Ibu setiap aku pulang kerja ”bu, tapi aku tidak suka dia...” bantahku ”suka atau tidak bukan kamu yang nentuin” ”tapi bu, aku tidak cinta dia sama sekali” ”cinta itu bisa datang nantinya” ”........” Selesai, ya itu jawaban terakhir dari Ibu setiap aku melangsungkan protes terhadap kebijakan beliau yang melanggar hak asasiku. Tapi bagaimanapun beliau Ibuku yang harus aku ta;ati dan patuhi. Pulang ke rumah adalah suatu hal yang paling aku benci, apalagi setiap ada si Anik, anak gadis dari keluarga sahabat Ayah dan Ibuku. Kata Ibu aku sudah dijodohkan sejak aku belum dIbuat, apa maksudnya? Kata Ayah ”dulu waktu kami sahabatan kami pernah berjanji akan menjodohkan anak kami” huft... hidupku ternyata sudah dipatok oleh Orang Tuaku sejak aku belum dIbuat. Sebenarnya si Anik tidak begitu jelek, mungkin kalau dinilai sekitar 90 lah atau gampangnya dia di atas rata-rata gadis biasanya. Tapi sayang aku tidak bisa jatuh cinta...