Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Kubur Rindu Yang Bersemayam Tanpa Bangkit

Aku kubur rindu yg bersemayam tanpa bangkit Malam bukan bagian dari penyesalan senja. hanya bunga yg tumbuh untuk membangkitkan bara. Gelap bukan ketakutan pada pekikan, hanya semburat kerinduan tiada tara. Sendiri bukan bagian dr keterasingan, hanya likuan tajam tanpa pegangan.  Langkah panjang yg dimulai, harus bergelut dengan mereka. senja, malam, kesepian dan kerinduan. Setapak kadang berhenti lalu hati memaki, kemudian terdiam lama dan melangkah lagi. Nocturno menemani, meniup kening yg telah berpeluh tiada henti.  Pekatpun memeluk untuk tetap melangkah jangan kembali. Nafas memburu saat tak terlihat ujung mana harus berhenti. Aku kubur rindu itu, karena bersemayam terlalu lama tanpa bangkit yg menghampiri.  Bumi 19062020
Postingan terbaru

AKU PERGI KARENA HATI

Aku pergi karena hati meninggalkanmu saat kau mengharapkanku adalah cara terbaik agar kau bisa bahagia. karena bersamaku hanya akan menyiksamu. dan kini kebencianmu tak akan membuatmu mencariku rasa bersalahku yg akan mengikatku untuk takut berharap denganmu ini caraku agar kamu bahagia berbahagialah, seperti halnya harapan² yg kamu inginkan. berbahagialah spt mimpi² yg tak pernah aku bisa wujudkan. jangan kau tanya cinta, karena tak ada batasnya aku mencintaimu hanya saja, bahagiamulah yg paling utama. jaga dirimu ... dan tersenyumlah karena sudah tak ada aku yg memberikan harapan semu Bumi Januari  Neverending
Aku hanya ingin menulisnya Sebuah cerita atau hanya dongen semata Sebuah kenangan atau hanya hayalan Sebuah mimpi atau hanya bayangan Semua aku ingin menulisnya Aku hanya ingin menulisnya Sepahit apapun itu rasanya Sehitam apapun itu warnanya Bahkan sesempit apapun ruangnya Semua aku ingin menulisnya Aku hanya ingin menulisnya Sebait demi bait, Sekalimat demi sekalimat Setidaknya aku menulisnya Aku hanya ingin menulisnya Sebahagia apa itu rasanya Sesakit apa itu rasanya Aku tetap menulisnya Karena setidaknya ada tulisan yang tau semua ... 30.05.2019.11.37

sendiri

aku biarkan waktu berlalu dengan atau tanpa dirimu aku biarkan waktu berlalu walaupun itu sendiri dan saat aku bayangkan sendiri itu lebih nyaman lalu aku bayangkan ketika semua keadaan berjalan dan aku jadi penikmatnya dan kini aku katakan, aku ingin sendiri....

bolehkah aku jujur tentang Tuhan dan rencanaNya?

  Aku datang padamu bukan membawa harta, tahta bahkan segudang rayuan hampa. Aku datang padamu hanya ingin menjadi bagian daripada hidupmu di masa datang. Menemanimu hingga salah satu nafas dari kita melemah termakan usia. Akan aku jelaskan semua. Masih ingatkah engkau tiga tahun yang lalu, saat aku pertama mengenalmu? Dengan rambut terurai lurus dan kacamata yang saat ini masih engkau pakai, atau bukan. Saat itu aku hanya bisa berpikir 'kau mungkin menarik' karena engkau bukanlah gadis cantik yang berkulit putih pada umumnya, tapi kau memang manis, dengan senyummu dan kerlingan matamu saja telah mampu membuat dadaku sedikit berdesir. Tapi semua berlalu begitu saja, hingga telah banyak wanita yang singgah di hatiku, berlalu lalang menghabiskan waktuku. Kemudian, terlintas rautmu pada suatu malam, tak terlupakan sedikitpun setiap lekuk dari dirimu. Tak kusangka desiran di dadaku waktu itu mampu menyimpannya di memori otakku bahkan hatiku. ...

aku pergi karena hati

pernahkah kau merasa bahwa dengan kepergian akah membuat hati orang yang kita cintai lebih bahagia? ya, aku merasakannya. benar pepatah mengatakan 'cinta itu tak harus memiliki' dan bukankah cinta adalah melakukan segala hal yang bisa membuat orang yang dikasihinya bahagia, walaupun dengan kepergian. senang rasanya melihatmu bahagia, senang rasanya melihatmu mengatakan rindu, walaupun itu bukan untukku. karena senyummu itu yang aku nantikan, kebahagiaan yang engkau dapatkan walaupun itu bukan aku yang menjadi alasannya. tahukah kamu, hanya dengan mencintaimu aku bisa bahagia. sang rembulan rela redup demi mentari yang ingin bersinar, hujanpun rela berhenti demi pelangi yang ingin menampakkan keindahan warnanya. dan akupun rela pergi, demi kamu, demi senyummu, senyum bidadari. malam ini terasa sangat singkat, sang menit seakan menjelma menjadi detikan jarum yang kian cepat berlalu. yah inilah hidup, rencana tak akan selalu bisa menjadi kenyataan. ...

Biarkan DIA mengutus Malaikat sebagai pengganti diriku

Sepertinya aku hanya bisa mencintaimu melaui tulisan-tulisanku. Ah menyedihkannya diriku, bagaikan pungguk merindukan purnama. Ingin rasanya aku berputus asa, tapi aku terlalu lemah bila harus merasakan kehilanganmu. Salahkah bila aku memang benar-benar mencintaimu? Atau naifkah aku bila harus bertahan dengan perasaan yang tak terbalas ini. Cinta mungkin yang membuatku menjadi lemah, lebay bahkan mendayu-dayu seperti ini tapi cintaku padamu pulalah yang membuatku kuat untuk bertahan walau itu tanpa balasan darimu. Di setiap tulisanku aku selalu sertakan memoriku akan dirimu. Tak pernah aku mengharapkan lebih dari senyummu untuk kata yang aku rangkai. Aku memang bodoh, terlalu berharap lebih akan dirimu. Namun, akupun tak memungkiri bahwa hati ini mampu mewujudkan dirimu di setiap waktuku. Tahukah engkau hati ini hanya berpikir tentang siapa? Tahukah engkau bila semua yang aku lakukan hanya untuk siapa? Dan tahukah engkau bila ada namamu di setiap do'...