Sepertinya aku hanya bisa mencintaimu melaui tulisan-tulisanku.
Ah menyedihkannya diriku, bagaikan pungguk merindukan purnama. Ingin
rasanya aku berputus asa, tapi aku terlalu lemah bila harus merasakan
kehilanganmu. Salahkah bila aku memang benar-benar mencintaimu? Atau
naifkah aku bila harus bertahan dengan perasaan yang tak terbalas ini.
Cinta mungkin yang membuatku menjadi lemah, lebay bahkan mendayu-dayu
seperti ini tapi cintaku padamu pulalah yang membuatku kuat untuk
bertahan walau itu tanpa balasan darimu.
Di setiap
tulisanku aku selalu sertakan memoriku akan dirimu. Tak pernah aku
mengharapkan lebih dari senyummu untuk kata yang aku rangkai.
Aku
memang bodoh, terlalu berharap lebih akan dirimu. Namun, akupun tak
memungkiri bahwa hati ini mampu mewujudkan dirimu di setiap waktuku.
Tahukah engkau hati ini hanya berpikir tentang siapa? Tahukah engkau
bila semua yang aku lakukan hanya untuk siapa? Dan tahukah engkau bila
ada namamu di setiap do'aku? Ah, memikirkankupun itu suatu hal yang
sangat mustahil.
Berharap untuk suatu yang sulit terjadi,
tamanni itu namanya, tapi di dunia ini tak ada yang tak mungkin,
walaupun itu kecil kemungkinannya. Namun, sekecil apapun itu pasti
selalu berarti bagi yang menghargainya. Aku menghargai setiap gerakmu
tentangku. Setiap sms yang engkau kirimkan padaku, setiap perbincanganmu
yang selalu ada namaku disitu, akan menjadi suatu hal yang terindah
buatku, walaupun itu hanya gurauan semata.
Kini, aku akan
labuhkan harapanku pada DIA yang menciptamu. Aku serahkan padaNya banyak
hal yang tak mungkin aku lakukan padamu. Perhatian, kasih sayang,
pengertian dan mewujudkan keinginanmu. Biarkan DIA mengutus malaikatNya
sebagai pengganti diriku, sehingga keberadaanku tak lagi merisaukan
kehidupanmu. Namun, aku ingin sampaikan padamu kalau aku sangat
mencintaimu
07 Juni 2012
