Langsung ke konten utama

kamu adalah kamu



aku suka sekali saat kamu bercerita tangtang obrolanmu dengan kucing di depan rumahmu. terlihat dari ceritamu kamu begitu lembut dan penuh perhatian. aku tau itu adalah kamu yang sebenarnya, sifatmu yang ada dalam dirimu. menyadari atau tidak kamu ini memang gadis yang lembut. mungkin saat ini kamu belum merasakannya, hanya saja aku yakin seuatu saat kamu akan kembali sesempurna itu.
aku bisa tersenyum membayangkanmu saat kau bertanya pada kucing itu tentang anaknya yang nomor tiga, lalu kau katakan pada dia bahwa tak ada ikan di rumahmu. begitu perhatiannya engkau dengan semua itu, dan itu adalah kamu. kamu yang nantinya akan indah bersama pasanganmu.
kamu bercerita bahwa kamu geli dengan kucing, tapi dari caramu memperhatikan kucing itu aku yakin bahwa kasih sayang yang tulus telah kamu berikan padanya. andai sang kucing itu bisa bicara dia akan bercerita kepadamu tenatang apa yang dia alami karena dia tau bahwa kamu adalah bidadari yang turun untuk berbagi dengannya.
lalu bagaimana dengan aku?
aku tak bertanya, kenapa kamu tak menanyakan kepadaku 'apakah aku ini sudah makan' atau sekedar bertanya 'bagaimana harimu kali ini?' bagiku pertanyaanmu itu tidak penting. aku tak butuh semua itu karena aku tahu kau lebih perhatian daripada itu.
aku tak menuntut apapun darimu, merubahmupun aku tak akan rela. karena kamu adalah kamu, ada dalam lubuk hatimu, dibalik cuekmu dan kerasnya jiwamu tersimpan sesuatu yang luar biasa. :)

aku masih tersenyum dengan semua ini. tersenyum menyadari bahwa kamu adalah gadis luar biasa.

Postingan populer dari blog ini

(cerpen) maafkan aku yang pergi meninggalkanmu

oleh Jaka Tarub pada 29 November 2010 jam 18:40 reQuest dari Aziza Little Maganda Masih pagi sekali, udara masih sejuk kabut guung telomoyo an merbabu masih melekat menyusup setiap sudut kota salatiga, kota kecil nan alami, indah nan menyegarkan, matahari belum tampak, hanya saja sinar indahnya membuat kokok ayam terbangun subuh tadi, perlahan kabut mulai berganti menjadi embun yang menetes tiap daun tiap dahan juga rumput rumput dipinggiran jalan.. segar sekali langkah kaki pasti menyusuri jalan tentara pelajar penuh ksemangat untuk mencari cahaya masa depan, langkah kaki ang tak kunjung lelah, keringat masih tetap berselimut diantara baju usangnya, padahal waktu masih menunjukan pukul 06.00 tapi langkah kaki tak akan berhenti, semangat.. -- suasana kampus masih sepi, masjidpun sepi hanya beberapa satpam yang berpakaian apa adanya dan beberapa tukang kebun membersihkan sampah disekitar halaman, kampus mungil nan indah.. kampus yang menjajnjikan masa depan cerah, kampus y...

puisi (fitnah itu)

fitnah itu Aku memang bukan orang baik, Tapi tak seburuk itu kamu memperlakukanku Aku ini buaya Tapi aku ini tetap punya hati untuk mengukur kasih sayang Aku ini makhluq Allah Tapi bukan penyembah makhluk yang lain Andai aku salah Katakan padaku Jangan kau katakan pada orang yang tak tau menahu tetap saja perkataan itu tak baik untukku Coba ceritakan Dengan pelan dan penuh kebenaran Bukan tangisan yang seharusnya kau keluarkan Mraung raung, Sudahlah, aku sudah cukup untuk menerima semua ini, buatku semua Apa aku harus diam? Sabar dan hanya sabar? Atau aku harus berteriak mencoba meembenarkan Naifkah aku bila ku berkata benar Bodohkah aku bila aku tetap tersenyum? Huh. Aku kira aku akan melakukanya Berbuat yang benar Melakukan yang benar pula Agar aku tak disalahkan lagi, Menjadi kambing hitam dari semua kebohonganmu,

cerpen islami (ustadz muda itu..)

                ustadz muda itu...            Udara malam semilir menyapu dan menyapa mushola Al-Hidayah, mushola kecil dipinggiran kota Ungaran yang sudah 2 tahun lalu berdiri. Lampunya redup tapi cahaya alami dimushola itu seakan tak ada habisnya menerangi jalanan didepanya, bukan karena lampunya tetapi karena Allah yang selalu menerangi setiap baitN ya.             Mungkin inilah cahaya yang selalu Allah jajikan untuk setiap tempat dimana ada orang-orang yang mau bersujud kepadaNya.             Langit begitu cerahnya menyajikan jutaan bintang sebagai wujud keagungaNya, pelan suara syair Ilahi senada mengalun lirih dari seorang muda, sendiri.. beberapa saat keamudian dia beranjak, “Allah....huakbar Allah....huakbar..” suaranya melengking keras dengan speaker ...