Langsung ke konten utama

mencintaimu dengan sederhana









Dulu aku berpikir bahwa cinta itu ya 'memiliki seutuhnya apa yang kita sukai dan apa yang kita anggap sebagai nomor 1' tapi aku rasa semua itu salah sejak aku mengenalmu. Mencintaimu itu berbeda, tak ada ambisi, tak ada keegoisan dan apa adanya. Walau kadang ada rindu yang aneh, walau kadang membayangkan hal yang tak pernah kau lakukan langsung di hadapanku. Aku tetap merasa nyaman.

Hanya aku dan tuhan mungkin yang tau tentang rasa ini. Dirimu-pun tak akan kubiarkan tau. Bukan karena aku pelit hanya saja aku ingin kau menilaiku dengan hatimu dengan nalurimu. Karena aku yakin, kalau Tuhan menuliskan nama kita bersanding, maka kamu akan tau yang sebenarnya ada di hatiku.
Tak perlu dipaksa  pada saatnya sang mawar akan tetap mekar, sang kepongpongpun akan menjadi kupu-kupu yang cantik.

Terkadang geli aku memikirkannya.. Apa jadinya coba bila kita ini bersama?  Ah...terlalu jauh aku memikirkannya. Tuhan itu lebih bijaksana dan tau mana yang terbaik buat kita.

Jadi...
Biarkan mengalir terbawa oleh lekukan tubuh sang sungai,
biarkan bersenandung bersama bebatuan yang keras dan
berbaur dengan pasir-pasir pinggiran..
Biarkan saja, karena semua ada masanya.

Postingan populer dari blog ini

(cerpen) maafkan aku yang pergi meninggalkanmu

oleh Jaka Tarub pada 29 November 2010 jam 18:40 reQuest dari Aziza Little Maganda Masih pagi sekali, udara masih sejuk kabut guung telomoyo an merbabu masih melekat menyusup setiap sudut kota salatiga, kota kecil nan alami, indah nan menyegarkan, matahari belum tampak, hanya saja sinar indahnya membuat kokok ayam terbangun subuh tadi, perlahan kabut mulai berganti menjadi embun yang menetes tiap daun tiap dahan juga rumput rumput dipinggiran jalan.. segar sekali langkah kaki pasti menyusuri jalan tentara pelajar penuh ksemangat untuk mencari cahaya masa depan, langkah kaki ang tak kunjung lelah, keringat masih tetap berselimut diantara baju usangnya, padahal waktu masih menunjukan pukul 06.00 tapi langkah kaki tak akan berhenti, semangat.. -- suasana kampus masih sepi, masjidpun sepi hanya beberapa satpam yang berpakaian apa adanya dan beberapa tukang kebun membersihkan sampah disekitar halaman, kampus mungil nan indah.. kampus yang menjajnjikan masa depan cerah, kampus y...

puisi (fitnah itu)

fitnah itu Aku memang bukan orang baik, Tapi tak seburuk itu kamu memperlakukanku Aku ini buaya Tapi aku ini tetap punya hati untuk mengukur kasih sayang Aku ini makhluq Allah Tapi bukan penyembah makhluk yang lain Andai aku salah Katakan padaku Jangan kau katakan pada orang yang tak tau menahu tetap saja perkataan itu tak baik untukku Coba ceritakan Dengan pelan dan penuh kebenaran Bukan tangisan yang seharusnya kau keluarkan Mraung raung, Sudahlah, aku sudah cukup untuk menerima semua ini, buatku semua Apa aku harus diam? Sabar dan hanya sabar? Atau aku harus berteriak mencoba meembenarkan Naifkah aku bila ku berkata benar Bodohkah aku bila aku tetap tersenyum? Huh. Aku kira aku akan melakukanya Berbuat yang benar Melakukan yang benar pula Agar aku tak disalahkan lagi, Menjadi kambing hitam dari semua kebohonganmu,

cerpen islami (ustadz muda itu..)

                ustadz muda itu...            Udara malam semilir menyapu dan menyapa mushola Al-Hidayah, mushola kecil dipinggiran kota Ungaran yang sudah 2 tahun lalu berdiri. Lampunya redup tapi cahaya alami dimushola itu seakan tak ada habisnya menerangi jalanan didepanya, bukan karena lampunya tetapi karena Allah yang selalu menerangi setiap baitN ya.             Mungkin inilah cahaya yang selalu Allah jajikan untuk setiap tempat dimana ada orang-orang yang mau bersujud kepadaNya.             Langit begitu cerahnya menyajikan jutaan bintang sebagai wujud keagungaNya, pelan suara syair Ilahi senada mengalun lirih dari seorang muda, sendiri.. beberapa saat keamudian dia beranjak, “Allah....huakbar Allah....huakbar..” suaranya melengking keras dengan speaker ...