Mata Mata Di Facebook Kita
Saya pernah membaca sebuah artikel menari di sebuah media cetak
yang saya temukan di bungkus gorengan yang saya beli di sudut kota
salatiga. Dalam artikel tersebut tertulis bahwa media sosial Facebook
menjadi salah satu media favorit (mengalahkan tweeter dan frienster
bahkan google+) bagi sebagian besar penggunanya untuk ajang ‘percintaan’
mulai dari mencari pacar, mencari selingkuhan, mengawasi pacar, mutusin
pacar bahkan ada yang digunakan untuk nge-tes keseriusan pacar.
Menarik bagi saya untuk membahas salah satu dari beberapa hal
tersebut. Yaitu ‘memata-matai aktivitas kekasih melaui Facebook’.
Menariknya bukan karena hasil dari proses memata-matai tersebut
melainkan efek samping dari tindakan tersebut.
Akhir-akhir ini saya sering membaca status ‘galau’ dari beberapa
teman akun saya di Facebook jaka tarub neverending beberapa diantaranya
sempat saya tanya ‘kenapa?’ kebanyakan mereka menjawab ‘tidak bebas
menggunakan Facebook karena diawasi sang pacar’ sampai segitukah? Apakah
itu hanya fenomena kecil saya atau merupakan fenomena gunung es yang
muncul di permukaan sementara kalau digali lebih dalam akan muncul
gunung es yang maha besar, artinya banyak orang yang mengalaminya.
Kemudian saya mencoba mengurai permasalahan tersebut dengan beberapa pasang kekasih. Apakah memata-matai kekasih melalui Facebook efektif?
Jawaban tersebar adalah ‘ya’ alasannya adalah Facebook lebih fulgar
mengungkap perasaan hati seseorang, coba baca tulisan di Teksbox
Facebook “apa yang anda pikirkan” tulisan itu
mampu mempengaruhi banyak orang untuk mengungkapkan apa yang dipikirkan
dan apa yang ada dalam benak mereka. Jadi, menurut beberapa pasang
kekasih membaca status pasangannya sama dengan mengetahui isi hati
pasangan tersebut. Lebih dalam lagi ketika beberapa komentar masuk di
status tersebut sang kekasih lebih mudah untuk mengetahui kepada siapa
status itu ditujukan?, mengapa? dan bagaimana?. Itulah alasan kenapa
beberapa orang merasa memata-matai pasangannya lewat Facebook adalah
tindakan yang tepat.
Terlepas dari hasilnya saya lebih penasaran untuk membahas bagaimana nasib orang yang dimata-matai?
Rasa penasaran itu saya ungkapkan dengan menulis status yang saya
tujukan bagi sebagian teman-teman saya di Facebook mengenai perasaan
mereka ketika sang kekasih memata-matai/mengawasi akun mereka. Lumayan
heran saya ketika status tersebut direspons oleh lebih dari 35 teman
akun saya.
Statusnya adalah:
hayoo gimana rasanya kalau FB kita dimata-matain oleh pacar sendiri? dikritik kalau coment ma cewek atau ngoment di status cewek lain, atau kalau ada yang agak mancing-2 gt lgsung deh di interogasi ngalor ngidul.kalau menurutmu bagaimana?
a. menyenangkanb. biasa ajac. menyebalkan
*ada beberapa responden yang menjawab ‘tidak tahu karena tidak pernah berpacaran’
Dari pertanyaan tersebut, hasilnya saya prosentasekan sebagaimana berikut:
jawaban A = 20 %
jawaban B = 25,7 %
jawaban C = 42,9 %
tidak tau = 11,4 %
Hasil ini menandakan bahwa tindakan memata-matai kekasih memalui FB
apalagi sampai memliki username dan password milik pasangan adalah
tindakan yang menimbulkan efek kurang nyaman
bagi pasangan. Alasannya adalah: Facebook adalah social media dimana
setiap orang akan berinteraksi saling terkait satu sama lain dengan
ideologi, konsep dan karakter masing-masing. Tidak semua orang sejalan
dengan pemikiran kita apalagi harus menurut dengan keinginan kita.
Contohnya seperti yang dialami teman dekat saya berinisialkan AY
dengan mantanya. Sebelum putus mereka sempet cekcok dengan pacarnya
karena Facebook dan beberapa orang iseng di akunnya. Si AY termasuk
orang yang setia namun memiliki banyak penggemar yang suka komentar dan
inbox dengan kata-kata gombal bahkan dengan nada merayu walaupun si AY
tidak menanggapi namun beda persepsi menurut pacarnya. Kecemburuan yang
berlebihan menimbulkan percekcokan panjang dan akhirnya ‘tamat’ riwayat
hubungan mereka.
Kasus yang lain seperti YN yang mengatakan sering sekali
diinterogasi oleh sang pacar karena status-statusnya yang puitis
romantis dan menggunakan kata-kata gombal, maklum saya si YN termasuk
orang yang kaya dengan sastra. Misalnya dia menulis ‘malam ini tak seindah malam kemarin’ dengan serta merta si kekasih langsung bertanya ‘emang ada apa dengan malam ini dan kenapa malam kemarin lebih indah blab bla bla bla’ TRAGIS!
Selanjutnya dari para responden yang saya tanya menguraikan efek memata-matai pasangan melaui FB adalah :
- Tumbuhnya bibit ketidak percayaan
- Memupuk kecemburuan yang membabi-buta
- Awal percekcokan yang panjang, dan
- Akhir dari hubungan percintaan
Memang banyak hubungan yang muncul dari cinbook atau cinta lokasi
di Facebook namun lebih banyak percekcokan yang muncul karena Facebook.
Lalu bagaimana menurut kalian??
Ketika kamu atau pasanganmu menggunakan Facebook maka bersiaplah bertemu dengan jutaan manusia yang berbeda baik cara pandang, katrakter, pola pikir bahkan tingkahlaku. Tingkatkan kepercayaan untuk pasangan kalian.
Ini sekedar iseng2 mengurai sesuatu hal yang terlihat menarik,
apapun hasilnya semoga bisa menjadi pembelajaran berharga bagi kita
semua. Amin
