Langsung ke konten utama

Mata Mata Di Facebook Kita


Era teknologi memang mempunyai banyak dampak terhadap eksistensi manusia dalam urusan percintaan. Mulai dari yang memanfaatkan teknologi untuk mencari, melanggengkan, merawat sampai menghancurkan hubungan percintaanya semuanya mengandalkan teknologi. Dalam artikel kali ini saya akan mencoba mengurai sedikit fenomena aneh melalui teknologi.

 Mata Mata Di Facebook Kita
Saya pernah membaca sebuah artikel menari di sebuah media cetak yang saya temukan di bungkus gorengan yang saya beli di sudut kota salatiga. Dalam artikel tersebut tertulis bahwa media sosial Facebook menjadi salah satu media favorit (mengalahkan tweeter dan frienster bahkan google+) bagi sebagian besar penggunanya untuk ajang ‘percintaan’ mulai dari mencari pacar, mencari selingkuhan, mengawasi pacar, mutusin pacar bahkan ada yang digunakan untuk nge-tes keseriusan pacar.
Menarik bagi saya untuk membahas salah satu dari beberapa hal tersebut. Yaitu ‘memata-matai aktivitas kekasih melaui Facebook’. Menariknya bukan karena hasil dari proses memata-matai tersebut melainkan efek samping dari tindakan tersebut.
Akhir-akhir ini saya sering membaca status ‘galau’ dari beberapa teman akun saya di Facebook jaka tarub neverending beberapa diantaranya sempat saya tanya ‘kenapa?’ kebanyakan mereka menjawab ‘tidak bebas menggunakan Facebook karena diawasi sang pacar’ sampai segitukah? Apakah itu hanya fenomena kecil saya atau merupakan fenomena gunung es yang muncul di permukaan sementara kalau digali lebih dalam akan muncul gunung es yang maha besar, artinya banyak orang yang mengalaminya.
Kemudian saya mencoba mengurai permasalahan tersebut dengan beberapa pasang kekasih. Apakah memata-matai kekasih melalui Facebook efektif? Jawaban tersebar adalah ‘ya’ alasannya adalah Facebook lebih fulgar mengungkap perasaan hati seseorang, coba baca tulisan di Teksbox Facebook “apa yang anda pikirkan” tulisan itu mampu mempengaruhi banyak orang untuk mengungkapkan apa yang dipikirkan dan apa yang ada dalam benak mereka. Jadi, menurut beberapa pasang kekasih membaca status pasangannya sama dengan mengetahui isi hati pasangan tersebut. Lebih dalam lagi ketika beberapa komentar masuk di status tersebut sang kekasih lebih mudah untuk mengetahui kepada siapa status itu ditujukan?, mengapa? dan bagaimana?. Itulah alasan kenapa beberapa orang merasa memata-matai pasangannya lewat Facebook adalah tindakan yang tepat.
Terlepas dari hasilnya saya lebih penasaran untuk membahas bagaimana nasib orang yang dimata-matai?
Rasa penasaran itu saya ungkapkan dengan menulis status yang saya tujukan bagi sebagian teman-teman saya di Facebook mengenai perasaan mereka ketika sang kekasih memata-matai/mengawasi akun mereka. Lumayan heran saya ketika status tersebut direspons oleh lebih dari 35 teman akun saya.
Statusnya adalah:
hayoo gimana rasanya kalau FB kita dimata-matain oleh pacar sendiri? dikritik kalau coment ma cewek atau ngoment di status cewek lain, atau kalau ada yang agak mancing-2 gt lgsung deh di interogasi ngalor ngidul.
kalau menurutmu bagaimana?

a. menyenangkan
b. biasa aja
c. menyebalkan
*ada beberapa responden yang menjawab ‘tidak tahu karena tidak pernah berpacaran’
Dari pertanyaan tersebut, hasilnya saya prosentasekan sebagaimana berikut:
jawaban A        = 20 %
jawaban B        = 25,7 %
jawaban C       = 42,9 %
tidak tau           = 11,4 %
Hasil ini menandakan bahwa tindakan memata-matai kekasih memalui FB apalagi sampai memliki username dan password milik pasangan adalah tindakan yang menimbulkan efek kurang nyaman bagi pasangan. Alasannya adalah: Facebook adalah social media dimana setiap orang akan berinteraksi saling terkait satu sama lain dengan ideologi, konsep dan karakter masing-masing. Tidak semua orang sejalan dengan pemikiran kita apalagi harus menurut dengan keinginan kita.
Contohnya seperti yang dialami teman dekat saya berinisialkan AY dengan mantanya. Sebelum putus mereka sempet cekcok dengan pacarnya karena Facebook dan beberapa orang iseng di akunnya. Si AY termasuk orang yang setia namun memiliki banyak penggemar yang suka komentar dan inbox dengan kata-kata gombal bahkan dengan nada merayu walaupun si AY tidak menanggapi namun beda persepsi menurut pacarnya. Kecemburuan yang berlebihan menimbulkan percekcokan panjang dan akhirnya ‘tamat’ riwayat hubungan mereka.
Kasus yang lain seperti YN yang mengatakan sering sekali diinterogasi oleh sang pacar karena status-statusnya yang puitis romantis dan menggunakan kata-kata gombal, maklum saya si YN termasuk orang yang kaya dengan sastra. Misalnya dia menulis ‘malam ini tak seindah malam kemarin’ dengan serta merta si kekasih langsung bertanya ‘emang ada apa dengan malam ini dan kenapa malam kemarin lebih indah blab bla bla bla’ TRAGIS!
Selanjutnya dari para responden yang saya tanya menguraikan efek memata-matai pasangan melaui FB adalah :
  1. Tumbuhnya bibit ketidak percayaan
  2. Memupuk kecemburuan yang membabi-buta
  3. Awal percekcokan yang panjang, dan
  4. Akhir dari hubungan percintaan
Memang banyak hubungan yang muncul dari cinbook atau cinta lokasi di Facebook namun lebih banyak percekcokan yang muncul karena Facebook. Lalu bagaimana menurut kalian??
Ketika kamu atau pasanganmu menggunakan Facebook  maka bersiaplah bertemu dengan jutaan manusia yang berbeda baik cara pandang, katrakter, pola pikir bahkan tingkahlaku. Tingkatkan kepercayaan untuk pasangan kalian.
Ini sekedar iseng2 mengurai sesuatu hal yang terlihat menarik, apapun hasilnya semoga bisa menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Amin

Postingan populer dari blog ini

(cerpen) maafkan aku yang pergi meninggalkanmu

oleh Jaka Tarub pada 29 November 2010 jam 18:40 reQuest dari Aziza Little Maganda Masih pagi sekali, udara masih sejuk kabut guung telomoyo an merbabu masih melekat menyusup setiap sudut kota salatiga, kota kecil nan alami, indah nan menyegarkan, matahari belum tampak, hanya saja sinar indahnya membuat kokok ayam terbangun subuh tadi, perlahan kabut mulai berganti menjadi embun yang menetes tiap daun tiap dahan juga rumput rumput dipinggiran jalan.. segar sekali langkah kaki pasti menyusuri jalan tentara pelajar penuh ksemangat untuk mencari cahaya masa depan, langkah kaki ang tak kunjung lelah, keringat masih tetap berselimut diantara baju usangnya, padahal waktu masih menunjukan pukul 06.00 tapi langkah kaki tak akan berhenti, semangat.. -- suasana kampus masih sepi, masjidpun sepi hanya beberapa satpam yang berpakaian apa adanya dan beberapa tukang kebun membersihkan sampah disekitar halaman, kampus mungil nan indah.. kampus yang menjajnjikan masa depan cerah, kampus y...

puisi (fitnah itu)

fitnah itu Aku memang bukan orang baik, Tapi tak seburuk itu kamu memperlakukanku Aku ini buaya Tapi aku ini tetap punya hati untuk mengukur kasih sayang Aku ini makhluq Allah Tapi bukan penyembah makhluk yang lain Andai aku salah Katakan padaku Jangan kau katakan pada orang yang tak tau menahu tetap saja perkataan itu tak baik untukku Coba ceritakan Dengan pelan dan penuh kebenaran Bukan tangisan yang seharusnya kau keluarkan Mraung raung, Sudahlah, aku sudah cukup untuk menerima semua ini, buatku semua Apa aku harus diam? Sabar dan hanya sabar? Atau aku harus berteriak mencoba meembenarkan Naifkah aku bila ku berkata benar Bodohkah aku bila aku tetap tersenyum? Huh. Aku kira aku akan melakukanya Berbuat yang benar Melakukan yang benar pula Agar aku tak disalahkan lagi, Menjadi kambing hitam dari semua kebohonganmu,

cerpen islami (ustadz muda itu..)

                ustadz muda itu...            Udara malam semilir menyapu dan menyapa mushola Al-Hidayah, mushola kecil dipinggiran kota Ungaran yang sudah 2 tahun lalu berdiri. Lampunya redup tapi cahaya alami dimushola itu seakan tak ada habisnya menerangi jalanan didepanya, bukan karena lampunya tetapi karena Allah yang selalu menerangi setiap baitN ya.             Mungkin inilah cahaya yang selalu Allah jajikan untuk setiap tempat dimana ada orang-orang yang mau bersujud kepadaNya.             Langit begitu cerahnya menyajikan jutaan bintang sebagai wujud keagungaNya, pelan suara syair Ilahi senada mengalun lirih dari seorang muda, sendiri.. beberapa saat keamudian dia beranjak, “Allah....huakbar Allah....huakbar..” suaranya melengking keras dengan speaker ...