Langsung ke konten utama

Jack The Playboy








“wahai bidadariku maukah kau mengarungi samudra bersamaku?”

“gombal banget sih”

“ini bukan gombalan bidadariku, ini adalah kejujuran hati”

“tapi….”

“aku akan buktikan cintaku padamu saat ini juga”

“apa yang akan kau lakukan”

“loncat dari gedung lantai 4 agar kau percaya kepadaku”

“jangan!! Aku percaya dan aku mau menjadi kekasihmu”

“terimakasih sayangku”

“tapi, bukankah kamu playboy? Aku takut menjadi korbanmu”

“bukankah setiap orang bisa berubah”

“…”



Jaka, begitu dia dipanggil di kampus, pria dengan wajah pas-pasan, tinggi yang tidak terlalu bahkan penampilan yang alakadarnya. Namun, setiap langkahnya, kemana dia berjalan selalu ada seorang gadis di sebelahnya dengan bergelanyut di lengan kanan atau kirinya. Siapa sangka cowok SC (sok cool) dan SK (sok keren) ini menyandang predikat playboy tersukses sekampus bahkan namanya juga melejit dikampus tetangga, di SMA bahkan SMP sekitar kota salatiga.



Sebenarnya tak ada yang istimewa dengan jaka, fisik? mungkin masih kalah dengan brad pitt ya.. sebelas dua belas-lah. Bukan sama bratpitnya, tapi sama tukang kebunnya. Kaya? Wah enggak juga, anak pengusaha kain ini bisa dibilang pas-pasan. Uang saku yang selalu cukup di awal bulan dan hutang di akhir bulan bahkan kos-kosan mahasiswa paling murah sejagad raya. Mungkin kalau dibandingkan sama si paul anak Inggris, masih kalah jauh. Si paul yang kemana2 bawa jazz sedangkan jaka, Cuma motor supra standar tanpa modivikasi (maklum biaya kuliah ditanggung sendiri).



Tapi cinta itu buta, mungkin itu kesimpulannya. Mereka yang terkenal tampang keren dan dopet tebal masih takluk dengan jaka, untuk urusan perempuan tetunya.



Apa sih keistimewaannya sehingga banyak gadis yang tergila-gila padanya? Itu yang selalu menjadi bahan pertanyaan setiap mahasiswa yang belum mengenal jaka dengan dekat namun bagi rekan rekannya alias teman sekelasnya, jaka orang yang asyik dan penuh dengan pengertian juga perhatian. Kata teman-teman sekelasnya nggak ada loe nggak ramai. Suasana menjadi sumringah dan penuh dengan canda tawa. Bahkan kepada sesama jaka selalu pengertian juga perhatian apa yang bisa diberi dan apa yang bisa di bagi bahkan apa yang dibutuhkan oleh sekitarnya jaka selalu tau. Inilah sebenarnya yang membuat para gadis betah dan nyaman di sampingnya. Kalau ditanya, gadis manasih yang nggak mau di perhatikan di sayangi dan dimenegerti. Nah dari sinilah si jaka benar-benar menbuat wanita tergila-gila dengannya. Jangankan mahasiswi, dosen kampus sebelahpun pernah dia pacari. Keren bukan??



Jaka, entah siapa nama panjangnya, kebanyakan rekan-rekanya memanggilnya jaka tarub lahir di negeri sebrang salatiga yaitu klaten pada 21 tahun silam dari kedua orang tuanya yang penuh kasih sayang. Pada hari minggu kliwon jam 12 siang tepat waktu dzuhur.

Tangisannya membuat semua keluarganya bahagia namun tidak bagi si dukun bayinya pasalnya jaka lahir dengan kondisi yang berbeda yaitu seluruh tubuhnya dipenuhi dengan kudis (kok bisa?) kedua orangtuanya pun sedih dan lemas ketika melihat kondisi anaknya seperti itu, namun berkat motivasi dari para pemuka agama setempat dan para ahli perdukunan baik dukun santet bahkan dukun pijit sekalipun. Akhirnya si ayah dan ibu menerima dan merawat sang anak dengan penuh kasih sayang. Waktu itu si bayi belum dikasih nama, kalau tetangganya bertanya kenapa belum dikasih nama maka si ayah menjawab ‘aku bingung mau tak kasih nama bagus, wong anaknya jelek, mau tak kasih nama jelek kasian nanti kalau udah besar’. Lama-kelamaan si bayi tadi tumbuh, mulai bisa merangkak dan berjalan, ketika si kecil sudah bisa berjalan, sering sekali sang ibu mengajaknya kesungai untk mandi dan dari sungai sinilah awal nama jaka itu muncul, disamping penyakit kulit yang diderintanya hilang si anak suka sekali mengintip orang2 mandi dan suka menyembunyikan pakaian gadis2 dewasa yang sedang mandi. Akhirnya nama ‘Jaka’ dijadikan nama depannya dan ‘Tarub’ enjadi nama belakangnya sesuai dengan legenda Jaka Tarub nawang wulan.



Lama-kelamaan jaka tumbuh menjadi laki-laki yang luaar biasa cerdasnya, ringking dikelasnya, mendapat beasiswa disetiap tahunnya. Hingga menginjak dibangku kuliahnya.. jaka tetap menjadi salah satu diantara mahasiswa yang mempunyai IPK tinggi. Yang mengherankan dengan jaka adalah dia tidak pernah belajar’. Selalu tidur dalam kelas ketika perkuliahan dimulai, bahkan setiap semesternya dia selalu mempunyai absen 2 kali tidak hadir dalam setiap mata kuliah. Anak ajaib? Mungkin tidak, tapi kalau cerdas, baru itu yang agak pas dengan kondisi si jaka.



Bangku kuliah sebenarnya adalah pilihan dirinya sendiri karena sebenarnya si jaka diwanti-wanti oleh kedua orang tuanya untuk mengurusi bisnis konveksi. Namun jaka adalah jaka yang mempunyai cita-cita setinggi langit dan seluas samudra. Nekat merantau ke kota salatiga dengan berbekal ijazah SMA dan beberapa uang hasil ngutil dompet ayah ibunya, dia mendaftar di kampus yang menurutnya murah tetapi bukan murahan. Kampus mungil dengan suasana yang sejuk berada ditengah-tengah kota salatiga ini menjadi awal karir dan kisah hidup yang tak pernah dia lupakan dalam sejarah kehidupannya.



Bagaimana kisahnya? Ikuti selalau kisah nyentrik dan unik. Penuh dengan intrik percintaan dan strategi ke-playboy-an si jaka.

Postingan populer dari blog ini

(cerpen) maafkan aku yang pergi meninggalkanmu

oleh Jaka Tarub pada 29 November 2010 jam 18:40 reQuest dari Aziza Little Maganda Masih pagi sekali, udara masih sejuk kabut guung telomoyo an merbabu masih melekat menyusup setiap sudut kota salatiga, kota kecil nan alami, indah nan menyegarkan, matahari belum tampak, hanya saja sinar indahnya membuat kokok ayam terbangun subuh tadi, perlahan kabut mulai berganti menjadi embun yang menetes tiap daun tiap dahan juga rumput rumput dipinggiran jalan.. segar sekali langkah kaki pasti menyusuri jalan tentara pelajar penuh ksemangat untuk mencari cahaya masa depan, langkah kaki ang tak kunjung lelah, keringat masih tetap berselimut diantara baju usangnya, padahal waktu masih menunjukan pukul 06.00 tapi langkah kaki tak akan berhenti, semangat.. -- suasana kampus masih sepi, masjidpun sepi hanya beberapa satpam yang berpakaian apa adanya dan beberapa tukang kebun membersihkan sampah disekitar halaman, kampus mungil nan indah.. kampus yang menjajnjikan masa depan cerah, kampus y...

puisi (fitnah itu)

fitnah itu Aku memang bukan orang baik, Tapi tak seburuk itu kamu memperlakukanku Aku ini buaya Tapi aku ini tetap punya hati untuk mengukur kasih sayang Aku ini makhluq Allah Tapi bukan penyembah makhluk yang lain Andai aku salah Katakan padaku Jangan kau katakan pada orang yang tak tau menahu tetap saja perkataan itu tak baik untukku Coba ceritakan Dengan pelan dan penuh kebenaran Bukan tangisan yang seharusnya kau keluarkan Mraung raung, Sudahlah, aku sudah cukup untuk menerima semua ini, buatku semua Apa aku harus diam? Sabar dan hanya sabar? Atau aku harus berteriak mencoba meembenarkan Naifkah aku bila ku berkata benar Bodohkah aku bila aku tetap tersenyum? Huh. Aku kira aku akan melakukanya Berbuat yang benar Melakukan yang benar pula Agar aku tak disalahkan lagi, Menjadi kambing hitam dari semua kebohonganmu,

cerpen islami (ustadz muda itu..)

                ustadz muda itu...            Udara malam semilir menyapu dan menyapa mushola Al-Hidayah, mushola kecil dipinggiran kota Ungaran yang sudah 2 tahun lalu berdiri. Lampunya redup tapi cahaya alami dimushola itu seakan tak ada habisnya menerangi jalanan didepanya, bukan karena lampunya tetapi karena Allah yang selalu menerangi setiap baitN ya.             Mungkin inilah cahaya yang selalu Allah jajikan untuk setiap tempat dimana ada orang-orang yang mau bersujud kepadaNya.             Langit begitu cerahnya menyajikan jutaan bintang sebagai wujud keagungaNya, pelan suara syair Ilahi senada mengalun lirih dari seorang muda, sendiri.. beberapa saat keamudian dia beranjak, “Allah....huakbar Allah....huakbar..” suaranya melengking keras dengan speaker ...