tadi malam kau temani aku dengan dongeng manismu
kau usap keningku dengan lembut
bahkan kau kecup seraya ungkapkan kata sayang
kau berjanji akan menemaniku sampai pagi datang
tapi pagi ini, kau tak ada
kau ingkari janjimu..
tapi, benarkah tadi malam itu kamu?
atau hanya penggalan mimpi yang menghadirkan kamu?
sebab aku yang terlalu merindukanmu
entahlah,
tapi pagi ini, aku merasa sepi
biasa berlalu dengan ketukan pintu di luar kamarku
suara langkah sepatumu, bahkan belaian manja membangunkan aku..
aku benar2 merindukanmu...
dan saat matahari mencapai se-galah
aku baru sadar,
engkau memang telah pergi meninggalkanku..
mungkin untuk selamanya..
[maafkan aku yang selalu merindukanmu]
