bila kaki tak bisa lagi berjalan
tak ada lagi yang dilakukan
enggan juga untuk merangkak
apalagi menyapa sesama
bila nafas ini tak lagi berhembus
mungkin pandangan mata tak lagi ada artinya
kata-kata hanya mengumbar dalam bisingan dada
melayang
memandang raga sendiri yang terkapar mati
menikmati setiap jengkal lekukan tubuh
kaku tak ber-ruh
bila roda berubah menjadi kaki manusia
mengusung detak yg telah berhenti
hanya tangismengelilingi
bila indahnya singgasana berubah
menjadi tumpukan tanah berbau anyir
rapinya gamis berubah menjadi putih
intan permata tak ada artinya
bila semua itu menjadi nyata, apa yg dapat dilakukan?
renungan
