mungkin pernah engkau menatap,
bintang bintang yang bersinar redup
bahkan kadang hanya sendiri,
menemani bulan ditengah dinginnya malam.
mungkin engkau pernah melihat
gerimis disore hari, menyapa mentari,
menghadiahkan pelangi yang begitu indahnya, pada matahari.
lalu pada kunang kunang yang menerangi malam,
membungkus kepekatan dengan sinar kecilnya,
semua itu aku,
yang mengunci hati,
menata mimpi merangkai harapan
mempersembahkannya hanya untukmu.
aku biarakan dinginya malam menusuk tulangku,
aku biarkan cacian orang mengusik gerimisku,
aku lawan ketakutan gelap menghantuiku,
hanya untukmu,
untuk rembulan,
untuk matahari dan untuk kesendirian yang terangkum oleh gelap.
ku kira cukup,
namun,
kesetiaan bintang tak ada artinya
pelangi senja tak lagi indah
cahaya kunang tak kau hiraukan,
semua sia sia....
hari ini,
tak ada gunanya aku menemanimu
tak ada artinya aku hadiahkan pelangi untukmu
tak ada..
tak ada..
tak ada..........
hanya saja ini cinta
masih mengusik nurani,
mengubur kecewa, dibungkus paksa oleh kerinduan,
menutup luka, dengan ingatan masa silam..
aku tak tau aku harus bagaimana,
kenapa tak kau bunuh saja bintang itu?
biar kau selalu ditemani kepekatan yang kau inginkan.
kenapa tak kau hapus saja sinarmu?
agar pelangi tak lagi muncul.
kenapa semua ini tak kau lakukan?
saat hati ini belum mati karena cinta kepadamu?
...
...
...
...
.
detik ini, aku akan bunuh hatiku yang telah salah mencintaimu!!
- untuk sakit yg kau beri -
