aku tutup lembarankudi sisa detikan umurku dengan senyum yang dipaksa, aku hanya berkata selamat tinggal masa laluku, selamat datang masa depan..
aku tutup lembaranku
karena ini bukan resolusi, ini bukan lagi rencana, namun hanya sekedar ratapan atas luka di sisa ahir umurku yang harusnya aku bahagia.
aku tutup lembaranku
luka, yang tumbuh dari secuil kecewa..kemudian membesar dari ratapan tiada tara, aku menangis.. bukankah seharusnya aku tertawa menuangkan segelas shoft drink untuk semua kawan-kawanku? menata kue tar untuk keluarga dan sahabatku, kemudian bernyanyi dalam ucapan nada indah yang membawa makna bahagia.
aku tutup lembaranku
dengan mengubur luka yang penuh darah kegelisahan, menyumbat aliranya dengan tangis keras tanpa suara, kemudian aku obati dengan sujud padaNya. karena ini sakit, sakit yang terlalu kuat untuk aku rasakan.
aku tutup lembaranku
tanpa nyanyian 'selmat ulang tahun' dari bibir indahnya, tanpa kecupan manis yang sehari sabelumnya telah dijanjikannya, aku hanya bisa tersenyum getir, merasakan pahit disudut senyum ini. aku tak bisa
aku tutup lembaranku
dengan bayangan ketakutan dari luka yang begitu menganga, dengan dada sesak tanpa tawa, bahkan nafas ini, enggan untuk melewatinya
aku tutup lembaranku
sedikit demi sedikit mengangkat kepalaku, menatap langit yang sangat indah walau hanya dengan bintang. aku kernyitkan dahiku, aku lepas nafas panjangku, aku kepalkan tanganku.. tapi aku tak bisa..
aku tutup lembaran ini
dengan luka yang yang kau ciptakan,dengan kehidupan kusam masa depan, dengan goresan yang mengaduh di setiap tetesan darahnya..
walau begitu..
aku tutup lembaranku
dengan maaf yang begitu besar atas tajamnya pisau kebohongan yang engkau hadiahkan, aku ingin mengahiri semuanya dengan CINTA padamu yang tak akan kubiarkan padam, karena aku memang mencintaimu..
-selamat ulang tahun diriku-
aku tutup lembaranku
karena ini bukan resolusi, ini bukan lagi rencana, namun hanya sekedar ratapan atas luka di sisa ahir umurku yang harusnya aku bahagia.
aku tutup lembaranku
luka, yang tumbuh dari secuil kecewa..kemudian membesar dari ratapan tiada tara, aku menangis.. bukankah seharusnya aku tertawa menuangkan segelas shoft drink untuk semua kawan-kawanku? menata kue tar untuk keluarga dan sahabatku, kemudian bernyanyi dalam ucapan nada indah yang membawa makna bahagia.
aku tutup lembaranku
dengan mengubur luka yang penuh darah kegelisahan, menyumbat aliranya dengan tangis keras tanpa suara, kemudian aku obati dengan sujud padaNya. karena ini sakit, sakit yang terlalu kuat untuk aku rasakan.
aku tutup lembaranku
tanpa nyanyian 'selmat ulang tahun' dari bibir indahnya, tanpa kecupan manis yang sehari sabelumnya telah dijanjikannya, aku hanya bisa tersenyum getir, merasakan pahit disudut senyum ini. aku tak bisa
aku tutup lembaranku
dengan bayangan ketakutan dari luka yang begitu menganga, dengan dada sesak tanpa tawa, bahkan nafas ini, enggan untuk melewatinya
aku tutup lembaranku
sedikit demi sedikit mengangkat kepalaku, menatap langit yang sangat indah walau hanya dengan bintang. aku kernyitkan dahiku, aku lepas nafas panjangku, aku kepalkan tanganku.. tapi aku tak bisa..
aku tutup lembaran ini
dengan luka yang yang kau ciptakan,dengan kehidupan kusam masa depan, dengan goresan yang mengaduh di setiap tetesan darahnya..
walau begitu..
aku tutup lembaranku
dengan maaf yang begitu besar atas tajamnya pisau kebohongan yang engkau hadiahkan, aku ingin mengahiri semuanya dengan CINTA padamu yang tak akan kubiarkan padam, karena aku memang mencintaimu..
17 Januari 2011 jam 23:32
-selamat ulang tahun diriku-
