Langsung ke konten utama

hari ini kulepaskan kau dari hatiku

AKU INGIN KAU MELUPAKANKU [KKDH]

Untuk Selamanya

Hari ini kulepaskkan kau dari hatiku, saat aku lelah dengan semua yang kau lakukan, saat kau mulai ragu dengan tingkahku, aku sadar ini bukan aku tapi sekedar suara kecil hatiku yang tak ingin melihatmu menjamahnya lagi, kau bukan harapan hanya sekedar mimpi yang tiap hari menghantui, kau bukan khayalan yang indah melaikan mimpi buruk yang marajai gelap malam kelopak mataku, tapi kau hebat mampu menajamah setiap detik waktuku, mengisinya dengan belaian lembut dan perhatian… aku takluk



Hari ini kulepaskan kau dari hatiku, sebelum mata batinku tertutup oleh cintamu, sebelum matahari ikut menyanjungmu, sebelum dan sebelum lalu sebelum…



Hari ini kulepaskan kau dari hatiku, ketika ku tahu kau hanya fatamorgana yang menghidupkan tiap angan yang kepanasan, membangkitkan harapan dari kosongnya oase kehidupan, tapi hanya bayangan, datang lalu pergi saat gejolak jiwa bergemuruh memanggil hujan, sedikit sekali aku bisa lari dari kenyataan, tapi aku harus melepaskan semua tentangmu hari ini..



Hari ini kulepaskankau dari hatiku, walau berat kurasa, karna kau sudah mengisi separuh dari hari hariku,

Pasti sepi, tak melihat candamu lagi tak ada kata konyolmu lagi tak ada senyuman manis yang menjadi andalanmu, izinkan ku lepasmu dari kehidupanku, biar aku bebas mencari permaisuriku, biar aku bebas melangkah tanpa harapan kosong darimu itu….



Hari ini kulepaskankau dari hatiku, sedetik sebelum luka kecil kau torehkan dalam hatiku, semenit sebelum luka itu menganga, perih dan menakutkan, sejam sebelum aku mati karena virus yang meracuni tiap jengkal aliran darahku…sehari sebelum semuanya terlambat, sebulan sebelum langkahku mati kemudian menganggapmu sebagai malaikat penolongku..



Hari ini kulepaskan kau dari hatiku, seiring setelah kau masukkan aku kedalam jurang cintamu yang dangkal, yang kakiku tak bisa tegak lagi karna luka luka yang perlahan kau beri untuku, aku tak bisa bangun lagi, duri yang kau tanam terlalu tajam menghujam masadepanku, aku harus melepasmu, melepas tiap tusukan duri yang tak terbatas kau hujamkan kedalam hatiku.



Hari ini kulepaskan kau dari hatiku, hari dimana aku memohon terahir memelukmu, hari terahir saatku mencium aroma wangi tubuhmu, aku mohon padamu tinggalkan aku setelah semua ini kau lakukan padaku, biar wangi tubuhmu menjadi kenangan terahirmu, biar pelukanku padamu menjadi penghangat saatku mulai dingin di esok kelak..



Hari ini kulepaskan kau dari hatiku, kulepaskan kau untuk selamanya, seiring kepergianku bersama malaikat kecil yang selalu menemaniku, aku akan jauh darimu dan tak akan ada lagi kenangangan tentangmu, kulepaskan kau seiring dunia baru yang akan kudapatkan seiring kawan baru yang akan menjamah tiap senti dari amalku, aku akan pergi setelah kulepaskan kau dari hatiku, biar tak ada kerinduan yang menjamahku, biar tak ada kegalauan dikemudia hari..



Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku… biar aku tak mencintaimu lagi, biar rasa sayang ini hanya untukku seorang, biar kau tak mencariku lagi, biar kau tak manggangguku lagi biakan aku tenang dialamku…



Hari ini kulepaskan kau dari hatiku..

Hari ini

Bukan esok

Bukan lusa

Bukan minggu depan..

Tapi…….

Hari ini kulepaskan kau dari hatiku..









Khoirul Walid

Semarang 18 januari 1987

Karangjati Rt.11/I no:5 50552 kec. Bergas Kab. Semarang (085742382397)

Iba_iroel@yahoo.com

http://iroel-jakatarub.blogspot.com/

Postingan populer dari blog ini

(cerpen) maafkan aku yang pergi meninggalkanmu

oleh Jaka Tarub pada 29 November 2010 jam 18:40 reQuest dari Aziza Little Maganda Masih pagi sekali, udara masih sejuk kabut guung telomoyo an merbabu masih melekat menyusup setiap sudut kota salatiga, kota kecil nan alami, indah nan menyegarkan, matahari belum tampak, hanya saja sinar indahnya membuat kokok ayam terbangun subuh tadi, perlahan kabut mulai berganti menjadi embun yang menetes tiap daun tiap dahan juga rumput rumput dipinggiran jalan.. segar sekali langkah kaki pasti menyusuri jalan tentara pelajar penuh ksemangat untuk mencari cahaya masa depan, langkah kaki ang tak kunjung lelah, keringat masih tetap berselimut diantara baju usangnya, padahal waktu masih menunjukan pukul 06.00 tapi langkah kaki tak akan berhenti, semangat.. -- suasana kampus masih sepi, masjidpun sepi hanya beberapa satpam yang berpakaian apa adanya dan beberapa tukang kebun membersihkan sampah disekitar halaman, kampus mungil nan indah.. kampus yang menjajnjikan masa depan cerah, kampus y...

puisi (fitnah itu)

fitnah itu Aku memang bukan orang baik, Tapi tak seburuk itu kamu memperlakukanku Aku ini buaya Tapi aku ini tetap punya hati untuk mengukur kasih sayang Aku ini makhluq Allah Tapi bukan penyembah makhluk yang lain Andai aku salah Katakan padaku Jangan kau katakan pada orang yang tak tau menahu tetap saja perkataan itu tak baik untukku Coba ceritakan Dengan pelan dan penuh kebenaran Bukan tangisan yang seharusnya kau keluarkan Mraung raung, Sudahlah, aku sudah cukup untuk menerima semua ini, buatku semua Apa aku harus diam? Sabar dan hanya sabar? Atau aku harus berteriak mencoba meembenarkan Naifkah aku bila ku berkata benar Bodohkah aku bila aku tetap tersenyum? Huh. Aku kira aku akan melakukanya Berbuat yang benar Melakukan yang benar pula Agar aku tak disalahkan lagi, Menjadi kambing hitam dari semua kebohonganmu,

cerpen islami (ustadz muda itu..)

                ustadz muda itu...            Udara malam semilir menyapu dan menyapa mushola Al-Hidayah, mushola kecil dipinggiran kota Ungaran yang sudah 2 tahun lalu berdiri. Lampunya redup tapi cahaya alami dimushola itu seakan tak ada habisnya menerangi jalanan didepanya, bukan karena lampunya tetapi karena Allah yang selalu menerangi setiap baitN ya.             Mungkin inilah cahaya yang selalu Allah jajikan untuk setiap tempat dimana ada orang-orang yang mau bersujud kepadaNya.             Langit begitu cerahnya menyajikan jutaan bintang sebagai wujud keagungaNya, pelan suara syair Ilahi senada mengalun lirih dari seorang muda, sendiri.. beberapa saat keamudian dia beranjak, “Allah....huakbar Allah....huakbar..” suaranya melengking keras dengan speaker ...