Langsung ke konten utama

cerpen (malioboro at love)



katakan padaku apa arti senyummu saat itu? Kenapa kau beri senyum terindah itu untukku? Lalu dimana engkau sekarang? Kenapa hanya senyummu? Kenapa bukan hatimu? Atau itu artinya bahwa hatimu juga tersenyum karenaku?

Setahun genap, dikota yang sama ditempat yang sama, dengan suasana yang sama pula,
“ahirnya aku sampai juga”                                              
Malioboro, Jogjakarta, kota yang setahun lalu memberi kenangan terindah buatku, buat hatiku. Sangat indah sekali, bahkan terlalu indah, sampai setahun ini massih terasa, gadis itu, yang entah siapa namanya, melempar senyum termanisnya, sambil mengatakan suatu saat nanti kita akan bertemu, dan hari ini adalah hari yang sama jam yang sama setahun yang lalu aku bertemu dengannya,
“rul, ngapain kamu celingukan gitu?”
Dian, salah satu teman sekampusku yang hari ini ikut touring tahunan
“iya tuh dari tadi bukanya belanja barang murah, malah kayak orang ilang gitu”
Ali, sahabatku yang selalu bersamaku
“udahlah kalian nikmati aja, aku lagi mencari sesuatu Hehe”
Sen.
Aulia aku kangen kamu……………...
Aulia aku kangen kamu……………..yumku sambil meninggalkan mereka yang asyik milih milih kaos murah dipinggiran pertokoan malioboro,
“Aku harus ketempat yang dulu”
Batinku mngatakan baghwa aku akan bertemu gadis itu lagi, dan aku berjanjitak akan melepaskan gadis yang setahun lalu memberikan senyum terindahnya buat aku
Setahun yang lalu study tour IV
Aku berjalan sendiri sambil menikmati indahnya pertokoan dan perbelanjaan malioboro disore hari setelah diguyur hujan, menyenangkan, aku tekmenhiraukan semua teman temanku yang entah kemana mereka berkeliling, yang jelas aku akan habiskan sore iniuntuk menikmati indahnya pusat kota jogja ini, dari satu mall ke mall yang lain dari satu PKL ke PKL yang lain aku kunjungi untuk sekedar mencari sesuatu yang unik, yang disalatiga kota kecil tempatku berkuliah tidak ada,
“hmm apa ya, yang belum aku beli..”
Langkahku terus berjalan menyusuri setiap sudut malioboro, kemudian aku putuskan untuk mencari mushola sekedar untuk menunaikan kewajibanku dan sebentar melepas penat kakiku, setelah cukup aku bersistirahat aku teruskan jalan jalanku menyusui pertokoan yang belum aku jamah, tapi tiba disudut gang yang agak sepilangkahku terhenti disebuah pojokan belakang pertokoan”
Ada seorang gadis yang dikelilingi beberapa pria bertampang preman gadis itu tampak ketakutan, aku tetap pada poosisiku tanpa bergerak aku menunggu reaksi yang terjadi dari mereka, sayup sayup terdengar gadis itu menolah memberikan uang dan perhiasanya, setelah beberapa waktu aku mendengarkan obrolann kasar mereka aku faham bahwa preman itu adalah suruhan dari mantan pacar gadis itu yang tidak rela diputus, mereka datang untuk menagih semua yang telah diberikan oleh bos mereka pada gadis itu,
“ayolah sayang… berikan uangmu dankalungmu”
Kata saah satu dari preman itu dengan nada merayu
“HeH, atau kamu berikan prawanmu padaku”
Kata yang lain ikut menimpali
“hahahahaha”
Sepertinya gadis itu sudah tidak tahan, tangan premanpreman itu sudah mulaikurang ajar. “lepasin aku!!!”
Teriak gadis itu berotank…
Sebelum tindakan orang itu makin keterlaluan akku buru buru menghampirinya.
“assalamualaikum mas mas mbak..”
Sapaku mengalihka perhatian mereka
“mas..”
Gadis itu berlari menghampriku
“kok disini sih sayang..”
Ini cara yang tepat untuk melarikan gadis itu dari sini,
“ini…..”
“oh.. kam ternyata pcar barunya?”
“pantesan lonte ini ninggalin bosku”
“kita cincau ajaa bos!!!!”
Oceh para preman itu, sejenak aku berfikir bahwa aku tak mungkin menghadapi mereka sendiri, aku tak mungkin teriak karena aku yakin orang orang ini adalah preman sini, aku juga tak mungkin manggir teman temanku yang entah ada dimana,
“kamu tidak apa apa mbak?”
Tanyaku berbisik pada gadis itu
“iya mas, tolongin saya”
Pinta gadis itu mengiba
“iya sama sama, mbk nanti kalau saya kasih aba aba kita lari bersama”
“iya mas”
Gadis itu mengangguk siapmenunggu isyarat dariku
Saat selangkah preman preman itu maju, spontan aku menarik lengan gadis itu berlari,
“ayo lari!!!!”
“hei berhenti!!!!”
Tak aku hiraukan teriakann preman itu, aku terus berlari menjauh dari mereka, lengan gadiss itu aku pegang erat, walaupun terlihat gadis itu terseret seret, tapi aku tetap saja berlari, menyururi gang gang yang ada dibelakang pertokoan pusat perbelanjaan kota jogja itu, aku mencoba menghindar setiap lemparan botol boto preman itu, aku mencari tempat yangaman yaitu dikeramaian,
Dari mall satu ke mall yang lain, dari kios satu ke jios yang lain, setelah beberapa jam kami berlari tiba tiba gadis itu berhenti dan menarik bajuku,
“mas, hh..hh.hh..”
“huh hah.. iya mbak,”
“kita udah aman”
Aku toleh kanan kiri belakang dan..huh ternyata sudah aman,
“iya mbak, trus?”
“trus?”
Kata kami hamper bersamaan
“hahahaha”
Tawa kami berdua
Aku lihat senyum manis dari gaddis itu, manis sekali, aku belum pernah melihat senyum seindah itu senelumnya, siapa gerangan gadis ini? Bidadari dari manakah ini? Kenapa gadis secantik ini harus mendapatkan masalah seperti itu? Banyak pertanyaann yang ada dalam benakku, tapi belum sempat aku mengurarakan pertanyaan itu…
“mas makasih ya, ”
“buat apa mbak?”
“buat pertolongan kamu, kalau saja tidak ada mas pasti.. ”
“sssttt,, tuhan yangmempertemukan ini”
“makasih yam as…”t senyum itu,
Tiba tiba gadis itu berjalanmenjauh sambil perlahan melepaskan tanganku, saat aku mencoba untuk mencegahnya, hanya senyum manis dan terindah yag diberikan padaku..aku hanya terpaku, diam badanku kaku dan tak bisa bergerak aku terkagum melihat kecantikan dan keindahan dirinya…
Sebelum jauh dia melangkah sempat dia menoolehku aku melihat dia berbisik dari bahasa bibirnya
“aku tuggu kamu tahun depan spt hari ini”
Kemudian dia menghiilang diberbagai kerumunan orang orang, saat tersadar aku mencoba mengejarnya tapi dia sudah tidak ada…
Aku kehilangan dia, tapi senymnya masih membekas sampai saat ini.

Hari ini aku mencarinya lagi, kemudian aku berjalan menyusuri lorong lorong tempat aku berlari bersama dia, terasa rindu ini makin menggelora, tampak bayangan yang nyata, bayangan aku saedang menggadeng tangannya, berlari menjauh dari kejaran preman preman itu, dan kemudian menghilang lagi.
sesekali aku menghela nafas panjang, mencoba menahan beratnya beban jiwa ini, beban rindu yang sangat maenggelora,
sampailah aku ditempat terahir aku melihatnya setahun lalu, yah inii jam yang sama, tanggal yang sama..
mataku berkeliling menyusuri setiap sudat pandang yang bisa aku atempuh, tapi dia tak jua muncul.. apa mungkin dia sudah lupa? Atau dia memang tak menghiraukan aku lagi?
Tapikenapa hati ini masih yakin bahwa dia akan datang, dia pasti datang… dia pasti ingat…
Satujam berlalu dan aku masih berdiri seperti setahun yang lalu, tiba tiba bahuku ditepuk pelan oleh seseorang, saat aku menoleh, aku kaget dia ada dihadapanku, gadis itu ternyata datang juga, makasih tuhan…
“kamu?”
Tanyaku gugup padanya, dia masih seerti dulu, memakai pakaian yang dulu memakai sepatu yang dulu, tas yang dulu.. dan sama persisi seperti yang dulu..
“iya? Ini aku?”
Jawabnya masih dengan senyum indah yang dulu,
“kamu datang juga..”
“hanya untukmu..”
“hai, kenapa kamu tak berubah?”
“aku lupa, aku belum memperkenalkan namaku padamu”
“iya, aku menantinya”
“aku aulia..”
“aku irul”
Dan saat tanganku menggenggam jemari tangannya, tiba tiba diamenghilang bagai disapu angina yang berhembus dan setiap sendi sendi tubuhnyamenjadi asap putih.. menghilang dan lenyap terbawa udara,
“hai.. kamu?”
Dia hanya tersenyum
“kenapa kamu pergii?jangan tinggalkan aku, tolong…”
“trimakasih rul..”
“aulia!!!!!!!!!!!!!”
Dia pergi lagi.. danmasih dengan senyum yang sama yang dia lemparkan padaku setahun yang lalu..
Aku hanya bisa terduduk tanpa kata, hanya air mata ini yang keluar..
“aulia”
Aku sadar bahwa semua itu hanya bayanganku, bayangan yang nyata yang aku cipptakan…
Aku tau dia tak akan datang lagi, dia tak akan ingat lagi dia lupa.. tapi aku tidak.. aku akan tetap membawa senyum itu dan menjadikann dia sebagai cinta terindahku..

Kemudian aku putuskan untukk menghampiri teman temanku, ya mungkin aku terlalu berharap..
Namun sebelum aku jauh melangkah, seorang pedagang kaos ditrempatku tadi menunggunya memanggilku..
“mas, mas kamu nunggu seseorang ya?”
“iya pak, bapak lihat gadis ….”
Oh aku tak tau namanya..
“aulia?”
Ha? Kenapa bapakl ini tahu gadis dalam bayanganku..
“namanya aulia mas, kemarin dia nungguin mas disini,,, dia menitipkan pesan sama mas bahwa dia akan selalu mnenti mas tahun depan ditempat yang sama diwaktu yang sama”
Aku hanya diam diam dan diam..
Dalam hatiku aku berkata..
“ya Allah aku akan selalu menunggu keajaiban cintamu pada hambamu ini”
………………………………



Postingan populer dari blog ini

(cerpen) maafkan aku yang pergi meninggalkanmu

oleh Jaka Tarub pada 29 November 2010 jam 18:40 reQuest dari Aziza Little Maganda Masih pagi sekali, udara masih sejuk kabut guung telomoyo an merbabu masih melekat menyusup setiap sudut kota salatiga, kota kecil nan alami, indah nan menyegarkan, matahari belum tampak, hanya saja sinar indahnya membuat kokok ayam terbangun subuh tadi, perlahan kabut mulai berganti menjadi embun yang menetes tiap daun tiap dahan juga rumput rumput dipinggiran jalan.. segar sekali langkah kaki pasti menyusuri jalan tentara pelajar penuh ksemangat untuk mencari cahaya masa depan, langkah kaki ang tak kunjung lelah, keringat masih tetap berselimut diantara baju usangnya, padahal waktu masih menunjukan pukul 06.00 tapi langkah kaki tak akan berhenti, semangat.. -- suasana kampus masih sepi, masjidpun sepi hanya beberapa satpam yang berpakaian apa adanya dan beberapa tukang kebun membersihkan sampah disekitar halaman, kampus mungil nan indah.. kampus yang menjajnjikan masa depan cerah, kampus y...

puisi (fitnah itu)

fitnah itu Aku memang bukan orang baik, Tapi tak seburuk itu kamu memperlakukanku Aku ini buaya Tapi aku ini tetap punya hati untuk mengukur kasih sayang Aku ini makhluq Allah Tapi bukan penyembah makhluk yang lain Andai aku salah Katakan padaku Jangan kau katakan pada orang yang tak tau menahu tetap saja perkataan itu tak baik untukku Coba ceritakan Dengan pelan dan penuh kebenaran Bukan tangisan yang seharusnya kau keluarkan Mraung raung, Sudahlah, aku sudah cukup untuk menerima semua ini, buatku semua Apa aku harus diam? Sabar dan hanya sabar? Atau aku harus berteriak mencoba meembenarkan Naifkah aku bila ku berkata benar Bodohkah aku bila aku tetap tersenyum? Huh. Aku kira aku akan melakukanya Berbuat yang benar Melakukan yang benar pula Agar aku tak disalahkan lagi, Menjadi kambing hitam dari semua kebohonganmu,

cerpen islami (ustadz muda itu..)

                ustadz muda itu...            Udara malam semilir menyapu dan menyapa mushola Al-Hidayah, mushola kecil dipinggiran kota Ungaran yang sudah 2 tahun lalu berdiri. Lampunya redup tapi cahaya alami dimushola itu seakan tak ada habisnya menerangi jalanan didepanya, bukan karena lampunya tetapi karena Allah yang selalu menerangi setiap baitN ya.             Mungkin inilah cahaya yang selalu Allah jajikan untuk setiap tempat dimana ada orang-orang yang mau bersujud kepadaNya.             Langit begitu cerahnya menyajikan jutaan bintang sebagai wujud keagungaNya, pelan suara syair Ilahi senada mengalun lirih dari seorang muda, sendiri.. beberapa saat keamudian dia beranjak, “Allah....huakbar Allah....huakbar..” suaranya melengking keras dengan speaker ...