Langsung ke konten utama





Hutanku
Hutanmu
Hutan kita semua
Longsormu
Longsorku
Dimana hutanku?
Dimana hutanmu?


Masih ingat dengan kejadian di papua barat tentang sebuah kota yang mati karena dilanda banjir bandang? Lalu beberapa kejadian longsong di perbukitan yang terjadi di seantero tanah air? Semua kejadian yang sangat memprihatinkan, karena memakan korban yang beratus-ratus bahkan ribuan.



Perlu kita ketahui bahwa 60% daratan Indonesia adalah daerah rawan longsor, karena 60% daratan tersebut berupa bukin, lereng dan pegunungan yang mengandung potensi bencana longsor, tidak dipungkiri bahwa memang membahayakan apabila bertempat tinggal di daerah tersebut. Namun juga tidak mungkin semua penduduk akan tinggal di perkotaaN seluruhnya.
Apabila diperhatikan, hampir keseluruhan bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di tanah air disebabkan oleh penebangan liar hutan di Indonesia. Bagaimana tidak, harusnya hutan menahan tanah ketika di tekan oleh air hujan menjadi tidak ada, ahirnya tanah dipegunungan menjadi labil dan longsor karena terbawa gerusan air.



Fakta mengatakan bahwa kejadian longsor dan banjir bandang di papua disebabkan karena adanya penebangan dan perusakan lingkungan di pegunungan (penebangan hutan). lebih dari pada itu, hutan di Indonesia setiap tahunya mengalami pengurangan 2 pesen dari 1,871 Juta hektar atau + 50 km per hari. pertahun, fakta lain mengatakan bahwa Indonesia masuk dalam rekor dunia sebagai Negara penghancur hutan tercepat
Di dunia pada tahun 2008.



Mungkin banyak orang yang tidak sadar dengan semua ini, mungin banyak yang merasa bahwa bencana lonsor dan banjir bandang adalah gejala alam biasa, namun ini sebuah kenyataan bahwa bencana itu adalah ulah manusia yang tidak bisa berfikir bijak.
Lalu bagaimana? Yah.. kalau sudah tahu kenyataanya seperti ini saya kira akan tahu apa yang harusnya kita lakukan [bagi orang yang berfikir normal]

Postingan populer dari blog ini

(cerpen) maafkan aku yang pergi meninggalkanmu

oleh Jaka Tarub pada 29 November 2010 jam 18:40 reQuest dari Aziza Little Maganda Masih pagi sekali, udara masih sejuk kabut guung telomoyo an merbabu masih melekat menyusup setiap sudut kota salatiga, kota kecil nan alami, indah nan menyegarkan, matahari belum tampak, hanya saja sinar indahnya membuat kokok ayam terbangun subuh tadi, perlahan kabut mulai berganti menjadi embun yang menetes tiap daun tiap dahan juga rumput rumput dipinggiran jalan.. segar sekali langkah kaki pasti menyusuri jalan tentara pelajar penuh ksemangat untuk mencari cahaya masa depan, langkah kaki ang tak kunjung lelah, keringat masih tetap berselimut diantara baju usangnya, padahal waktu masih menunjukan pukul 06.00 tapi langkah kaki tak akan berhenti, semangat.. -- suasana kampus masih sepi, masjidpun sepi hanya beberapa satpam yang berpakaian apa adanya dan beberapa tukang kebun membersihkan sampah disekitar halaman, kampus mungil nan indah.. kampus yang menjajnjikan masa depan cerah, kampus y...

puisi (fitnah itu)

fitnah itu Aku memang bukan orang baik, Tapi tak seburuk itu kamu memperlakukanku Aku ini buaya Tapi aku ini tetap punya hati untuk mengukur kasih sayang Aku ini makhluq Allah Tapi bukan penyembah makhluk yang lain Andai aku salah Katakan padaku Jangan kau katakan pada orang yang tak tau menahu tetap saja perkataan itu tak baik untukku Coba ceritakan Dengan pelan dan penuh kebenaran Bukan tangisan yang seharusnya kau keluarkan Mraung raung, Sudahlah, aku sudah cukup untuk menerima semua ini, buatku semua Apa aku harus diam? Sabar dan hanya sabar? Atau aku harus berteriak mencoba meembenarkan Naifkah aku bila ku berkata benar Bodohkah aku bila aku tetap tersenyum? Huh. Aku kira aku akan melakukanya Berbuat yang benar Melakukan yang benar pula Agar aku tak disalahkan lagi, Menjadi kambing hitam dari semua kebohonganmu,

cerpen islami (ustadz muda itu..)

                ustadz muda itu...            Udara malam semilir menyapu dan menyapa mushola Al-Hidayah, mushola kecil dipinggiran kota Ungaran yang sudah 2 tahun lalu berdiri. Lampunya redup tapi cahaya alami dimushola itu seakan tak ada habisnya menerangi jalanan didepanya, bukan karena lampunya tetapi karena Allah yang selalu menerangi setiap baitN ya.             Mungkin inilah cahaya yang selalu Allah jajikan untuk setiap tempat dimana ada orang-orang yang mau bersujud kepadaNya.             Langit begitu cerahnya menyajikan jutaan bintang sebagai wujud keagungaNya, pelan suara syair Ilahi senada mengalun lirih dari seorang muda, sendiri.. beberapa saat keamudian dia beranjak, “Allah....huakbar Allah....huakbar..” suaranya melengking keras dengan speaker ...