Di Pasir Itu....
tak adakah remidi untukku mengulang semuanya?
ah... mana mungkin, bukankah penyesalan selalu datang di akhir cerita.
empat tahun yang lalu,
saat ombak di pasir itu masih tenang
saat itulah pertama kalinya aku melihat senyummu.
saat matahari tak sepanas saat ini,
saat itulah aku tau tentangmu.
bahwa engkau adalah bidadari,
aku tak sadar,
bahwa melewatkanmu adalah hal terburuk buatku
meninggalkanmu adalah kerugian besar buatku
bedohnya aku,
meninggalkanmu hanya karena hal sepele yang tak abadi
bodohnya aku,
melepaskanmu hanya karena mataku yang tak mampu melihat hatimu.
kini yang ada hanya penyesalan,
saat aku temukan sesuatu yang tak seperti dirimu.
dua hari lagi kau akan pergi,
dariku, dari kesendirian ini dan dari rasa ini.
maafkan aku, aku akan datang di pasir itu
mengenangmu saatkau berikan lembaran pada pengemis itu
mengingatmu saat kau tersenyum..
maafkan aku...
15 Mei 2012 pukul 21:14
