(Naluriku Mati Di Hadapanmu)
Bak danau terbentang luas nan megah
Menyisir cahaya temaram di tengah malam
Memantulkan kilauan bintang
Ah, bukankah danau tetap saja begitu?
Seperti biasa yang tiada dusta pada mata yang menatapnya
Bak bunga mekar nan merekah
Menebar harum pada setiap sisi kehidupan
Memberi indah dalam pekat
Namun, bukankah seperti itu wujudnya?
Seperti musim lalu, tak ada cerca pada kecantikannya
Bak tebaran bintang dan terangnya cahaya bulan
Memberi cahaya saat gelap datang
Membuka setapak yang harusnya tak tampak
Menorehkan warna pada hitamnya kehidupan
Tetap sama, tak ada yang berbeda..
Lalu kenapa?
Bukahkah seperti itu kenyataanya
Ah, memang naluriku mati di hadapnya..
Jaka tarub
at’ 07 Sept ‘11
